AUTOGAYA

Berita Terbaru Serta Spesifikasi dan Harga Mobil Motor

Mobil Listrik Nasional telah siap untuk Produksi

Pada sebelumnya, di Indonesia para peneliti Mobil listrik telah siap guna untuk menyokong industry Mobil listrik untuk menuju ke tahap manufaktur. Bahkan beberapa kepentingan dalam bidang tersebut telah saling bergotong royong dalam menyiapkan beberapa komponen vital yang ada di dalam Mobil listrik.

Para peneliti itu terdiri dari beberapa perguruan tinggi negeri (PTN), yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Sepuluh Nopember (ITS), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Riset Dikti) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Mobil Listrik Nasional telah siap untuk Produksi

Pada masing-masing lembaga pemerintah dan PTN telah saling berbagi tugas. Sehingga tiap kelompok akan meneliti beberapa bagian utama komponen yang ada pada Mobil listrik nasional tersebut.  “Di ITS kami sudah bisa membuat prototipe mobil listrik secara penuh. Kalau minus baterai, kesiapan kami bisa dibilang sudah 90 persen,” ucap Muhammad Nur Yuniarto, Kepala Peneliti Kendaraan Listrik ITS di Jakarta Selatan.

Simak juga: Motor Listrik Gesits Indonesia telah Resmi diperkenalkan

Selain itu, para peneliti juga telah menguasai beberapa komponen utama seperti sistem pengisian, transmisi, Motor listrik dan modul pengatur gaya. Selain itu, untuk komponen lain seperti ban, pelek, baut, jok dan sebagainya bisa memanfaatkan industry komponen tersebut di Indonesia yang telah beroprasi dengan standar SNI.

“Seluruh hasil penelitian PTN ini adalah milik negara. Jadi, mau diapakan saja terserah negara. Mau didorong ke pelaku industri atau kasarnya dibakar juga terserah pemerintah saja,” kata Nur.

Persepsi Salah

PTN di Indonesia telah banyak melahirkan kendaraan prototipe Mobil listrik, Akan tetapi kerap mendapatkan presepsi yang salah dari masyarakat. Menurut Nur, masyarakat mempunyai sudut pandang yang selalu melihat dari produk yang telah dihasilkan, yang berupa Mobil dengan status masih prototype.

Tentunya apabila dibandingkan dengan merek asing yang sudah dipasarkan terlihat kalah.  “Ini yang salah. PTN itu fokusnya adalah pada knowledge-nya, bukan pada produknya. Dengan menampilkan prototipe ini, artinya kita sudah bisa menguasai knowledge dari teknologi itu. Di sini seharusnya sudut pandang dilihatnya,” ucap Nur.

Baca juga; Harga Motor listrik Gesits Indonesia Karya anak bangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AUTOGAYA © 2017 autogaya.com